UIN Imam Bonjol Padang didirikan sebagai peralihan dari Institut Agama Islam (IAIN) Negeri Imam Bonjol Padang, dengan peraturan presiden nomor 35 Tahun 2017. Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang memiliki beberapa fakultas, termasuk Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA). FUSA adalah salah satu fakultas yang paling cepat berkembang, terutama dalam hal menyelenggarakan dan mengembangkan keilmuan keislaman. Diantara prodi yang ada di FUSA adalah Studi Agama-agama (SAA), Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT), dan Ilmu Hadis (IH), Psikologi Islam serta Tasawuf dan Psikoterapi adalah enam program studi yang ditawarkan oleh FUSA. Selain itu, FUSA juga memiliki izin untuk menyelenggarakan program studi Tasawuf dan Psikoterapi (TP).

Program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama IAIN Imam Bonjol Padang adalah pengembangan dari program studi Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin. Program ini telah diizinkan dengan SK Rektor IAIN Padang Nomor 29 Tahun 1989 di Fakultas Ushuluddin yang sebelumnya telah berdiri pada tahun 1978 di Fakultas Syariah. Sesuai dengan Peraturan Dirjen Pendidikan Agama Islam tentang Penataan Program Studi Perguruan Tinggi Nomor 1429 tahun 2012, Prodi Tafsir Hadis diubah menjadi Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dan Prodi Ilmu Hadis. Rektor UIN Imam Bonjol Padang menerbitkan SK Penyesuaian Nomenklatur sebagai dasar pengemban.

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 36 Tahun 2009 tentang Penetapan Pembidangan Ilmu dan Gelar Akademik di Lingkungan Perguruan Tinggi dan Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dipandang perlu merevisi kurikulum Program Studi Tafsir Hadis sesuai dengan profil lulusan. Revisi ini lebih mendesak lagi seiring dengan keluarnya Surat Keputusan Dekan Jenderal Pendidikan Islam nomor 1429 tahun 2012, tentang pemekaran Program Studi Tafsir Hadis menjadi Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir dan Program Studi Ilmu Hadis.

Seiring dengan Perpres no 35 tahun 2017 tentang alih status IAIN Imam Bonjol menjadi UIN Imam Bonjol, Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir telah berbenah, dengan memuat mata kuliah Ilmu Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap dengan mengadopsi mata kuliah Institut, Fakultas, Asosiasi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir se-Indonesia (AIAT), dan mata kuliah lokal yang merupakan pencirian Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIN Imam Bonjol. Setelah melalui proses yang panjang, tim perumus berijtihad melengkapi dokumen akademik Kurikulum PS ini mengacu pada KKNI dan SNPT. Dalam perjalanannya nanti, diharapkan untuk dapat dilakukan revisi berkala terhadap bahan kajian dalam mata kuliah sehingga lebih bermanfaat lagi bagi lulusan PS.

PS telah banyak membantu pembangunan bangsa sejak berdiri pada tahun 1978 terutama dalam bidang intelektual dan spiritual. Namun, seiring dengan kemajuan zaman, PS pasti akan menghadapi tantangan yang semakin besar di masa depan, terutama terkait dengan upaya adaptasi. Keterampilan alumni sangat penting untuk memenuhi tuntutan globalisasi dan tuntutan dunia kerja saat ini karena perubahan zaman.

Sejarah menunjukkan bahwa Program Studi Tafsir Hadis ini memiliki banyak aset di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, baik dari alumni, dosen, maupun sumber daya. Karena program studi ini memberikan dua peta kajian utama, yaitu Tafsir dan Hadis, alumni Tafsir Hadis juga banyak yang bekerja di bidang lain, seperti pengajar Al-Qur’an dan Tafsir. Program Studi Tafsir Hadis juga memiliki sumber daya akademik dengan dua guru besar, lima lektor kepala, dan enam lektor. Dari segi prasarana, warisan dari Program Studi Tafsir Hadis juga memberikan kitab-kitab induk di bidang Al-Qur’an dan Tafsir. Kitab-kitab ini dapat digunakan sebagai sumber daya untuk membangun laboratorium Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di masa mendatang. Pengembangan PS di UIN Imam Bonjol Padang di Sungai Bangek didukung oleh berbagai faktor yang saling menguatkan, salah satunya iklim yang mendukung. Lokasi Sungai Bangek yang terletak di lingkungan yang asri dan tenang menciptakan suasana yang ideal untuk kegiatan akademik dan keagamaan, mendorong konsentrasi dan fokus dalam mendalami studi keislaman. Selain itu, dukungan dari masyarakat sekitar yang kuat terhadap nilai-nilai keagamaan, serta kebijakan daerah yang berpijak pada prinsip-prinsip Islam, semakin memperkokoh posisi program studi ini. Infrastruktur kampus yang terus berkembang, termasuk fasilitas modern dan akses teknologi, juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan adaptif terhadap tuntutan zaman. Kombinasi dari dukungan sosial, kebijakan yang pro-Islam, serta lingkungan alam yang mendukung, menjadikan Sungai Bangek sebagai lokasi strategis untuk pengembangan PS yang unggul dan berdaya saing.