Upaya mencegah dan membatasi penyebaran covid-19, harus menjadi perhatian kolektif. Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan untuk mewaspadai penyebaran Coronavirus. Semua demi kemaslahatan diri, keluarga dan masyarakat luas.

Sosial distancing sejauh ini dinilai efektif dan efisien menghambat pergerakan virus yang mematikan itu. Upaya pemerintah melalui berbagai kebajikan sudah tepat. Termasuk upaya isolasi atau karantina mandiri, masyarakat diminta untuk tetap tinggal dan melakukan aktifitas di rumah.

Al-Qur’an membenarkan tindakan tersebut. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Qs. al-Ahzab ayat 33-34: Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.  Daningatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah . Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Mengetahui.

Mengaca pada perintah tinggal di rumah bagi istri-istri Nabi dan kaum muslimat pada ayat di atas, ada beberapa isyarat-isyarat penting yang dapat dipetik.  Perintah ini sengat berkaitan dengan usaha menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Penggunaan kalimat “agar kamu bersih sebersih-bersihnya” pada akhir ayat 33 di atas memberi isyarat adanya relasi tinggal di rumah dengan kesehatan fisik dan psikis. Penggunaan kata thaharah dalam Al-Qur’an sengat identik dengan kebersihan jasmani/fisik. Ini dapat dilihat dalam Qs. Al-Maidah/5 ayat 6, tentang tuntunan membersihkan badan dengan wudhu dan mandi. Artinya, cara efektif menjaga kesehatan fisik  kita agar tidak terpapar coronavirus adalah dengan tetap tinggal di rumah dengan tetap melakukan berbagai aktivitas. Lalu apa saja aktivitas yang bisa lakukan selama di rumah? Al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 33-34 setidaknya memberikan 5 tuntunan:

1. Menjaga Ibadah
Meskipun ada himbauan atau larangan melaksanakan shalat berjamaah dan jumat di masjid, bukan berarti kita tidak bisa melakukan ibadah. Sebab, masjid (tempat sujud) bukan saja bangunan khusus yang digunakan untuk ibadah bagi umat Islam. Namun, masjid adalah dataran bumi ini, termasuk rumah.

Shalat yang disebut dalam ayat di atas, adalah simbol ibadah, sehingga ibadah yang dimaksud tidak saja sholat, termasuk juga zikir, doa, baca Al-Qur’an, dan lain-lain.

2. Menafkahkan harta
Perintah menunaikan zakat pada ayat tersebut, intinya menyeru agar kaum muslim untuk tetap menjaga perilaku dermawan, meskipun tengah berdiam di rumah. Umumnya, perintah memberi harta ditujukan pada mereka yang mampu secara ekonomi. Dalam kondisi hari ini, donasi dari mereka yang berkecukupan sangat dibutuhkan. Mengingat kebijakan tinggal di rumah sedikit mengganggu roda ekonomi banyak orang. Termasuk mereka yang divonis positif Covid-19 atau PDP (Pasian dalam pantauan).

Bagi mereka yang berkecukupan, diharapkan dapat memperhatikan keluarga, tetangga, saudara, atau siapa saja yang membutuhkan uluran tangan. termasuk menyalurkan donasi melalui lembaga-lembaga pilantropi. SMS, mobile, internet banking mungkin bisa menjadi alternatif media penyaluran.

3. Memelihara ketaatan
Ini diisyaratkan pada perintah “taat lah pada Allah dan rasul-Nya. Selama berada di rumah, ketaatan harus menjadi prioritas utama. Terutama dalam menjaga sikap dan perilaku sesuai Al-Qur’an dan Sunnah. Selain itu, hal terpenting adalah menjaga ketaatan pada aturan dan kebijakan pemerintah. Seperti, diisyaratkan Al-Qur’an surat al-Nisa’ ayat 59 : Taatlah pada Allah dan rasul-nya, serta ulul amri di antara kamu. Taat pada Ulul Amri adalah mematuhi ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh penguasa, dalam hal ini adalah pemerintah yang memiliki otoritas mengatur sistem kehidupan bernegara.

Pemerintah, baik pusat maupun daerah, sudah mengeluarkan berbagai himbauan terkait mekenisme teknis menghadapi wabah Covid-19. Mulai dari meliburkan pelajar, kerja dari rumah, menjaga kebersihan, kesehatan, tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, dan lain-lain. Semua itu harus dipatuhi, sebagai wujud kepatuhan pada Tuhan di satu sisi dan antisipasi bahaya penyebaran Covid-19 di sisi lain. Jika tidak ingin terjebak pada bahaya yang lebih besar akan lebih baik mematuhi rambu-rambu yang dikeluarkan pemerintah. Karena pemerintah lebih tahu kondisi dan situasi, dan sengat mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan masyarakat.

4. Berinteraksi dengan Al-Qur’an
Budaya membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an adalah adalah rutinitas yang harus terus dilakukan selama di rumah. Kata wazkur (ingatlah) dalam ayat tersebut terkait dengan fungsi kognisi. Ia bisa berarti mengingat, menghafal, mempelajari, memahami, menafsirkan, dan lain-lain. Intinya selama di rumah pengetahuan kita terhadap Al-Qur’an perlu ditingkatkan level kualitas dan kuantitas nya.

5. Belajar
Penggunaan wilayah kognisi dalam ayat 34 tidak bertumpu pada objek Al-Qur’an saja, namun juga objek hikmah. Hikmah dalam Al-Qur’an memiliki banyak makna. Mulai dari Sunnah, pengetahuan, pengajaran, kebijaksanaan, perspektif, pandangan hidup, hingga kemampuan berpikir kreatif dan adabtif. Semua ini memberi panduan bagi kita selama di rumah untuk terus mengasah potensi yang kita miliki, melalui berbagai aktivitas belajar.

Kebijakan belajar di rumah selama libur corona, sedikit memberi ruang kebebasan bagi pelajar untuk lebih produktif dan kreatif. Waktu 24 jam tanpa seragam adalah peluang menciptakan dan melahirkan ide-ide baru, inovatif, dan konstruktif. Berapa banyak ilmuan yang lahir karena belajar secara otodidak, menyendiri di rumah, kemudian berbuah pengetahuan dan teknologi yang berguna bagi kemajuan peradaban manusia.

Itulah lima aktivitas yang bisa dilakukan selama karantina di rumah berdasarkan isyarat ayat di atas. Hal ini tidak menutup kemungkinan aktivitas lain selain yang disebutkan di atas. Aktivitas apa saja boleh kita lakukan, selagi masih berada dalam bingkai ketaatan. Moga Allah yang Maha Lembut dan Maha Mengetahui itu senantiasa menjaga kita semua[.]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *