“Metode Kontemporer dalam Penafsiran al-Qur’an”

Kamis, 9 Juli 2020 dilaksanakan seminar nasional dengan tama “Metode Tafsir Kontemporer dalam Penafsiran al-Qur’an. Seminar¬† daring atau Webinar ini dilaksanakan oleh STAIDA Payakumbuh. Ikut sebagai narasumber dalam acara tersebut, Dr. Faizin, MA, dosen IAT UIN Imam Bonjol Padang.

Dalam webinar tersebut, Dr. Faizin, MA menyajikan makalah dengan judul “Rekonstruksi Maqashid Syariah sebagai Metodologi Tafsir Kontemporer”. Dalam paparannya, Dr. Faizin, MA menjelaskan tentang adanya wacana rekonstruksi maqashyid syariah yang memungkinkan dapat dijadikan sebagai salah satu metodologi tafsir di masa kontemporer ini.

Dari sisi rekonstruksi maqashid syariah diambil dari pengembangan teori maqashid dari Jasser Auda yang menawarkan pembacaan teks harus bertumpu tidak hanya pada pemeliharaan (hifz), namun juga pengembangan, dan pemuliaan. Sementara dari sisi metodologi, peradigma penafsiran kontemporer mesti dilakukan secara komperhensif, utuh, dan bertumpu pada kebermaksudan al-Quran.

Seminar yang dibuka langsung oleh ketua STAIDA, Ahmad Deski, MA, tersebut dihadiri oleh ratusan peserta, baik dari dosen dan mahasiswa STAIDA, maupun peserta dari kampus lain. Ahmad Deski, MA berharap dengan adanya seminar ini akan lahir metode dan penafsiran baru terhadap al-Qur’an sehingga mampu menjadi alternatif solusi atas berbagai persoalan kekinian yang digali dari kitab suci al-Qur’an [.]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *